HUMBEL

Knowledge Management

Beberapa Variasi Sistem Operasi Linux

Salah satu keluhan pengguna awam Linux adalah bingung memilih distro. Distro yang berasal dari kata distribution adalah istilah untuk menyebut varian sistem operasi berbasis Linux. Distro Linux disebut pula sebagai kumpulan perangkat lunak yang dipaket bersama kernel Linux dan program tambahan untuk menignstal, menjalankan, dan melakukan konfigurasi sistem operasi Linux dalam suatu sistem perangkat keras.

istilah distro muncul karena adanya kebebasan mengembangkan dan mendistribusikan software merdeka (Free Software) dan Open Sources. Setiap orang atau organisasi boleh membuat atau mengubah distro, tanpa harus selalu meminta izin kepada Linus Trovalds (pembuat kernel Linux pertama kali), maupun pembuat program open sources lainnya.

Perbedaan distro satu dengan yang lainnya biasanya dalam hal cara instalasi, cara konfogurasi, tampilan standar, dan jenis paket yang disertakan. Banyak jenis distro Linux ini di satu sisi membingungkan dalam memilih, disisi lain menjadi salah satu kelebihan Linux karena tersedia banyak pilihan/alternatif bagi pengguna atau pengembang sistem komputer. Pilihan dapat ditentukan dengan beberpa kriteria, antara lain popularitas atau banyak pengguna, kemudian instalasi dan konfigurasi, tujuan penggunaan, kelengkapan aplikasi, dukungan pengembang, selera pengguna, dan kedaerahan (bahasa, jenis huruf, jenis keyboard, dll.).

Berikut adalah 5 distro yang saat ini popular menurut pantauan distrowatch.com semoga bisa jadi acuan bagi anda yang ingin mencari distro yang cocok :

1. OpenSUSE/SLES

OpenSUSE adalah distro Linux versi komunitas yang didukung dan di sponsori oleh Novell. OpenSUSE merupakan distro Linux open sources dan gratis yang menjadi dasar pengembangan bagi distro Linux komersil yang disediakan oleh Novell, SUSE Linux Enterprise Server (SLES) dan SUSE Linux Enterprise Desktop (SLED).

Salah satu keunggulan uatama dari OpenSUSE dibandingkan distro Linux lainnya adalah kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakan. Bersama RedHat, SUSE adalah distro Linux versi awal yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang. OpenSUSE adalah distro Linux yang free dan open sources. OpenSUSE dapat digunakan secara bebas dan tanpa biaya. Apakah ada perbedaan antara SLES, SLED, dan OpenSUSE yang merupakan versi komunitas? Selain dari sisi support dan sedikit perbedaan penampilan, hampir tidak ada perbedaan mendasar antara versi komunitas dengan versi komersil. Kita dapat tetap menggunakan OpenSUSE secara penuh tanpa khawatir adanya penggurangan kualitas dan kelengkapan.

2. Ubuntu

Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian dan memiliki interface desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milih Mark Shuttleworth). Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusiaan terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.

3. Linux Mint

Linux MInt adalah salah satu distro varian dari Ubuntu dengan codec media terintegrasi yang kemudian berkembang menjadi salah satu distro yang paling user-friendly lengkap dengan desktop dan menu custom, beberapa peralatan konfigurasi unik, yang berbasis web antarmuka instalasi paket, dan sejumlah edisi yang berbeda. Linux Mint adalah sebuah distro Linux Live CD yang diturunkan dari distro Ubuntu, dengan tujuan untuk memproduksi sebuah distro dengan desktop yang elegan, up to date, dan nyaman digunakan. Linux Mint didesain untuk berjalan out-of-the-box dengan semua fasilitas yang telah terinstall di dalamnya.

4. Fedora

Fedora adalah distribusi Linux yang dibuat oleh Fedora Project dan disponsori oleh RedHat. Peluncuran Fedora diawali ketika pada tahun 2003, sesaat setelah rilis dari RedHat 9, pihak RedHat melakukan perubahan terhadap distro RedHat menjadi distro komersial, yang dikenal dengan RedHat Enterprise Linux.

RedHat kemudian memperkenalkan dan mensponsori Fedora Core, yang merupakan versi gratis dan ditujukan untuk yang hobi Linux. Walaupun awalnya mendapat kritikan, komunitas Linux akhirnya menerima distro ini sebagai kelanjutan RedHat terdahulu. Dalam waktu singkat, Fedora menjadi salah satu distro yang paling banyak digunakan. Di saat yang sama, RedHat juga menjadi perusahaan Linux terbesar dan paling menguntungkan di dunia.

Fedora yang dulu lebih dikenal dengan Fedora Core adalah salah satu distribusi Linux yang mengedepankan kebebasan dan seluruhnya terdiri dari aplikasi serta perangkat lunak yang bersifat bebas (free as speech).

5. Debian

Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela (pengembang Debian) yang tergabung dalam proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari peragkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux.

Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.

6. CentOS

CentOS alias Community ENTerprise Operating System adalah sebuah distro Linux yang diturunkan dari RHEL (RedHat Enterprise Linux). CentOS dibuat oleh North American Enterprise Linux. Namun berbeda dengan turunan Linux lainnya, CentOS merupakan copian dari RHEL 99%. Mengapa? Karena CentOS hanya membuang label RH dan diganti dengan label generic. Jadi isi dari program CentOS sama dengan RHEL. Drivers yang jalan di RHEL otomatis jalan juga di CentOS.

Meskipun keberadaan CentOS sangat bergantung pada RedHat namun hal ini justru memberikan nilai tambah, karena RH merupakan distro komersial Linux yang dipakai secara luas di perusahaan besar dan distro Linux yang didukung oleh CPanel (CPanel adalah kontrol panel terbanyak dipakai oleh perusahaan hosting, hampir 100% hosting menggunakan CPanel). Karena merupakan copian RHEL maka CentOS juga didukung secara resmi oleh CPanel.

 

Referensi : Modul Active Directory, PDC & File Server Berbasis Linux-Samab 4

4,365 Kali Di Baca